Tuesday, July 10, 2012

Pengambilan Keputusan dan Pemecahan Masalah


 Pengambilan Keputusan dan Pemecahan Masalah


            Manajemen Mutu Terpadu
            Andang Fazri
            FE Universitas Jambi
           Topik Bahasan:
            Definisi dan proses pengambilan keputusan
            Metode pemecahan dan pencegahan timbulnya masalah
            Alat-alat pemecahan masalah dan pengambilan keputusan
            Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara ilmiah
            Aspek-aspek dalam pengambilan keputusan
         Peran Keputusan dalam TQM
           Keputusan (penentuan pilihan atau pemecahan masalah) yang baik dapat mencegah/menurunkan jumlah masalah yang timbul.

           Pengambilan Keputusan
           Merupakan proses memilih suatu rangkaian tindakan dari dua atau lebih alternatif.
           Definisi ini mencakup dua hal yaitu: penentuan pilihan dan pemecahan masalah.
           Pengambilan keputusan merupakan salah satu tanggung jawab pokok manajer.
           Peran Kualitas Keputusan Manajer
             Kualitas keputusan manajer secara langsung mempengaruhi peluang karir, penghargaan (reward), dan kepuasan kerja.
             Keputusan manajerial memiliki kontribusi terhadap kesuksesan atau kegagalan suatu organisasi.
             Oleh karena itu manajer harus siap menerima kritik/evaluasi terhadap keputusannya, dan ini menjadi bagian dari pertanggungjawaban dan cara untuk meningkatkan kemampuan pengambil keputusan.
           Cara Mengevaluasi Keputusan
            Dengan memeriksa hasilnya. Baik tidaknya suatu keputusan biasanya dinilai berdasarkan sejauh mana hasil itu mengarah pada pencapaian tujuan organisasi.
            Dengan mengevaluasi proses yang dilakukan dalam pengambilan keputusan. Ada kemungkinan suatu proses yang keliru menghasilkan hasil positif, hal ini menyebabkan manajer mengabaikan kenyataan bahwa proses yang digunakan keliru. Dalam jangka panjang hal ini cenderung akan menghasilkan hal yang negatif.
           Tipe-tipe Keputusan
(Simon, 1977)
                  Keputusan yang diprogram (programmed decision).
                  Keputusan yang tidak diprogram (non-programmed decision).
           1. Keputusan yang Diprogram
                  Merupakan keputusan yang dibuat menurut kebiasaan, aturan, atau prosedur. Keputusan ini cenderung berulang-ulang/rutin. Melalui pengalaman dan perjalanan waktu, organisasi dapat mengembangkan prosedur-prosedur spesifik untuk menangani tipe keputusan ini. Contoh: penentuan masa dan lamanya cuti karyawan, penentuan saat pengiriman tagihan kepada pelanggan, penetapan gaji karyawan baru, dsb.
           2. Keputusan yang tidak Diprogram
                  Merupakan keputusan yang berkenaan dengan masalah-masalah baru, khas atau khusus, dan biasanya bersifat tidak terstruktur.
                  Dalam menangani keputusan tipe ini, manajer cenderung menggunakan judgment, intuisi, dan kreativitas.
                  Dewasa ini banyak perusahaan yang membentuk tim pengambil keputusan atau memanfaatkan simulasi komputer untuk pengambilan keputusan yang tidak diprogram.
           Model Pengambilan Keputusan
            Pengambilan keputusan merupakan suatu proses, yaitu melalui serangkaian tahap-tahap aktivitas yang menghasilkan keputusan.
            Meskipun banyak model tersedia, namun tidak ada satu modelpun yang menjamin suatu keputusan akan berhasil. Namun penggunaan model yang rasional, intelektual dan sistematis membuat probabilitas keberhasilan meningkat.
            Beberapa model yang populer yaitu yang dikemukakan oleh Simon, Robbins, dan Gibson.
           Pendekatan Pengambilan Keputusan
                    Pendekatan Objektif. Bersifat logis dan sistematis, dilakukan langkah demi langkah. Asumsi dalam pendekatan ini:
                    Manajer memiliki waktu untuk mengikuti setiap langkah dalam proses pengambilan keputusan secara sistematis.
                    Tersedia informasi lengkap dan akurat.
                    Manajer memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan yang dianggap terbaik.
                    Pendekatan Subjektif. Didasarkan pada intuisi, pengalaman, dan informasi yang tidak lengkap. Asumsi pendekatan ini adalah pengambil keputusan berada di bawah tekanan, terbatas waktunya, dan beroperasi dengan informasi yang terbatas. Sasarannya adalah membuat keputusan terbaik dalam keadaan terbatas.


No comments:

Post a Comment